Festival Hari Anak Nasional 2023: Menguatkan Generasi Sehat, Bahagia, dan Berdaya di Sulawesi Barat

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) kembali menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa anak merupakan aset masa depan yang harus dijaga, dirawat, dan diberdayakan. Sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984, HAN diperingati setiap 23 Juli sebagai bentuk komitmen negara dalam menciptakan Indonesia yang ramah anak. Semangat inilah yang menggerakkan Pusat Kajian Perempuan dan Anak Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) bersama sejumlah mitra strategis menyelenggarakan Festival Hari Anak Nasional 2023 di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar, Minggu (23/7/2023).

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara Pusat Kajian Perempuan dan Anak Unsulbar dengan Komisi IX DPR RI, Karang Taruna Sulbar, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Satgas Stunting Sulbar, serta berbagai lembaga mitra lainnya. Kolaborasi lintas sektor tersebut menegaskan bahwa pemenuhan hak anak dan pembangunan generasi sehat merupakan tanggung jawab bersama.

Menghidupkan Kembali Spirit Lagu Anak

Ketua Panitia Festival HAN 2023, Citra N. Fariaty, S.IP., M.Si, menegaskan bahwa festival ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diharapkan menjadi ruang edukatif bagi anak dan remaja. Salah satu agenda yang paling diminati adalah lomba menyanyi lagu anak-anak, yang bertujuan menghidupkan kembali kecintaan generasi muda terhadap karya musik yang sesuai usia mereka.

“Di era digital, banyak anak-anak lebih mengenal lagu-lagu orang dewasa yang berisi tema percintaan dan problematika orang dewasa. Festival ini ingin menarik mereka kembali pada lagu anak-anak yang lebih sesuai perkembangan psikologis dan usia mereka,” jelas Citra.

Mengedukasi Remaja untuk Masa Depan Sehat

Selain lomba, Festival HAN 2023 juga menghadirkan talkshow mitigasi stunting bertema “Semangat Muda untuk Sehat dan Bahagia”. Talkshow ini menyasar pelajar SMA dan kelompok remaja, menghadirkan narasumber seperti Duta Genre Sulbar dan seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Dalam sesi ini, remaja diajak memahami kesehatan reproduksi sebagai bekal untuk mencegah pernikahan dini dan kehamilan usia remaja—dua faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting di Sulawesi Barat.

“Remaja harus memahami bahwa tubuh mereka membutuhkan kesiapan fisik dan mental sebelum memasuki pernikahan atau kehamilan. Edukasi ini penting agar mereka dapat berkontribusi dalam upaya menurunkan stunting di masa depan,” ujar Citra.

Menguatkan Sinergi Penanganan Stunting

Rangkaian festival juga menghadirkan Workshop HAN 2023 yang melibatkan pengurus PKK, guru PAUD, kader posyandu, dinas kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Workshop membahas strategi konkret dalam mengatasi stunting—isu yang sangat krusial mengingat Sulawesi Barat masih menempati peringkat kedua prevalensi stunting tertinggi di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat dan pemangku kebijakan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi, terutama dalam penerapan kebijakan dan edukasi di tingkat keluarga.

Wadah Belajar Keluarga

Festival HAN 2023 mendapat sambutan positif dari masyarakat. St. Aisyah, salah satu peserta, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait pola pengasuhan anak dan pentingnya pendidikan yang sesuai usia.

“Anak-anak sekarang banyak yang meniru gaya orang dewasa. Kegiatan seperti ini membuat kami sebagai orang tua lebih paham pola pengasuhan yang baik,” ungkapnya.

Penguatan Perspektif Kesehatan dan Perlindungan Anak

Festival ini turut dihadiri tokoh nasional dan ahli kesehatan, seperti Hj. Andi Ruskati, Anggota Komisi IX DPR RI, serta Dr. dr. Tan Shot Yen, dokter ahli gizi dan konsultan anak yang banyak memberikan edukasi mengenai pentingnya nutrisi dan pola asuh sehat.

Kehadiran para ahli memberikan perspektif komprehensif tentang bagaimana membangun generasi yang sehat, cerdas, dan bahagia—selaras dengan tujuan besar peringatan Hari Anak Nasional.

Komitmen Bersama Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Festival Hari Anak Nasional 2023 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan anak, pendidikan keluarga, dan upaya preventif dalam menurunkan stunting.

Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan generasi muda Sulawesi Barat yang sehat, kreatif, dan berdaya saing—menuju Indonesia Emas 2045.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *