Prodi Ilmu Politik Unsulbar Hadir di Desa Karama: Menguatkan Karakter Pemuda dan Literasi Demokrasi

Polewali Mandar – Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Hukum (FISIP Hukum) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan “Prodi Ilmu Politik Masuk Desa”.

Kegiatan ini diselenggarakan di beberapa desa di Kabupaten Polewali Mandar, di antaranya Desa Karama, Desa Kalumammang, dan Desa Lembang-Lembang. Program ini mengusung semangat pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan politik dan penguatan karakter pemuda desa sebagai fondasi demokrasi lokal yang sehat.

Sinergi Kampus dan Desa untuk Penguatan Demokrasi

Kegiatan yang digelar di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, mendapat apresiasi positif dari pemerintah desa. Ahmad, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Karama, menyampaikan bahwa inisiatif tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Prodi Ilmu Politik Masuk Desa karena berkontribusi besar dalam pembinaan pemuda dan penguatan literasi demokrasi di desa,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Bambang, Kepala Dusun Karama, menilai kegiatan ini mampu membuka wawasan masyarakat desa, terutama generasi muda, terhadap pentingnya peran aktif dalam proses demokrasi.

“Materi yang disampaikan para dosen sangat bermanfaat dan memberikan pencerahan bagi warga, khususnya para pemuda desa,” ujarnya.

Kegiatan di Desa Karama ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri atas aparat desa, kepala dusun, dan perwakilan pemuda setempat.

Pendidikan Politik dan Pemberdayaan Pemuda

Salah satu dosen sekaligus koordinator kegiatan, Fitriani Sari Handayani Razak, M.A, menjelaskan bahwa “Prodi Ilmu Politik Masuk Desa” merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada dua tema utama: penguatan kepemudaan dan literasi demokrasi.

“Kami ingin memperkenalkan peran strategis Program Studi Ilmu Politik di era demokrasi, sekaligus membumikan kajian politik agar dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, teori politik kami bawa ke ruang-ruang praksis sosial di tingkat desa,” jelas Fitri.

Ia menambahkan, penguatan karakter pemuda desa perlu didukung oleh kreativitas dan inovasi agar mampu menjawab tantangan sosial dan politik di era modern.

“Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan masyarakat desa dalam membangun kreativitas, inovasi, serta kesadaran politik yang beretika dan konstruktif,” tambahnya.

Selain Fitriani, sejumlah dosen Ilmu Politik Unsulbar turut hadir dan menyampaikan materi, di antaranya Dr. Muhammad Sultan, Zainuddin Losi, M.Lit, Andi Mappatunru, M.Kp, Nurfadilah Nasiruddin, M.Si, dan Farhanuddin, M.Si. Para narasumber memberikan beragam perspektif tentang kepemimpinan lokal, partisipasi warga, dan pembangunan berbasis komunitas.

Desa sebagai Ruang Belajar Demokrasi

Melalui kegiatan “Prodi Ilmu Politik Masuk Desa”, Unsulbar berupaya menjadikan desa bukan hanya sebagai objek pembangunan, tetapi juga ruang belajar demokrasi dan kewargaan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kampus dan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam menumbuhkan kesadaran kritis, memperkuat karakter pemuda, serta menanamkan nilai-nilai demokrasi dari akar rumput.

Program Studi Ilmu Politik Unsulbar berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. (Wz)

 

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *