Majene – Angka prevalensi stunting atau tengkes di Provinsi Sulawesi Barat masih tergolong tinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Menyadari pentingnya peran perguruan tinggi dalam mengatasi persoalan tersebut, Pusat Kajian Perempuan dan Anak (PKPA) Universitas Sulawesi Barat bersama sejumlah pemangku kepentingan terus bergerak aktif mendukung program percepatan penurunan stunting di wilayah Sulbar.
Salah satu kegiatan yang digelar adalah Workshop dan Talkshow Penanggulangan Stunting, hasil kolaborasi antara PKPA Unsulbar, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Komisi IX DPR RI, serta Karang Taruna Sulawesi Barat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen dan keterlibatan civitas akademika Unsulbar dalam mendukung upaya nasional menurunkan angka stunting,” jelas Aco Nata Saputra, M.Si, dosen Prodi Ilmu Politik Unsulbar sekaligus anggota PKPA Unsulbar, Senin (24/07).
Konteks dan Data Stunting di Sulawesi Barat
Mengacu pada data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin dalam pernyataannya pada 23 Februari 2022 menegaskan bahwa Sulawesi Barat termasuk salah satu provinsi yang menjadi fokus perhatian pemerintah dalam program percepatan penurunan stunting.
Meskipun dalam empat tahun terakhir terjadi tren penurunan, angka prevalensi stunting di Sulbar masih berada pada kisaran 35 persen, termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Talkshow dan Workshop: Kolaborasi Akademik dan Masyarakat
Kegiatan Talkshow Penanggulangan Stunting merupakan bagian dari rangkaian Festival Hari Anak Nasional (HAN) 2023, yang dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP Unsulbar, Dr. Burhanuddin, M.Si, pada Ahad, 23 Juli 2023.
Ketua panitia Festival HAN, Citra N. Fariaty, S.IP., M.Si, menjelaskan bahwa tema kegiatan kali ini adalah “Mitigasi Stunting: Semangat Muda untuk Sehat dan Bahagia.”
Talkshow menghadirkan berbagai narasumber lintas bidang, antara lain dr. Finianty Raynelda, ahli kebidanan dan kandungan, serta Najiba Alimuddin, Duta Genre Sulbar.
Selain dihadiri orang tua dan masyarakat umum, peserta kegiatan juga melibatkan perwakilan OSIS dari berbagai SMA di Kabupaten Polewali Mandar.
Edukasi Sejak Dini untuk Generasi Sehat
Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Barat, Andi Ilham Rusali Masdar, menekankan bahwa edukasi kesehatan dan reproduksi harus diberikan sejak remaja, sebagai bagian dari upaya jangka panjang menurunkan angka stunting.
“Target utama kami adalah kalangan muda, khususnya pelajar SMA, karena merekalah calon orang tua masa depan. Mereka perlu dibekali pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting agar dapat menjadi bagian dari generasi sehat dan produktif,” ungkap Andi Ilham.
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, civitas akademika Unsulbar berharap dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan, khususnya dalam bidang kesehatan keluarga, gizi, dan kesejahteraan anak. (wz)